banner 468x60

BI BINGUNG CARI DOLLAR ???

361 views
banner 160x600
banner 468x60


JOURNALPOLICE.ID-Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta perusahaaan urun rembuk dalam mengatasi pelemahan nilai tukar Rupiah. Perry mengimbau, perusahaaan yang memiliki valuta asing (valas) untuk menjual sebagian dari kepemilikannya.

“BI mengimbau korporasi yang punya valuta asing tolong dijual dan yang enggak butuh segera enggak usah nubruk-nubruk, supaya semuanya terkendali, ” ujar Perry di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/9/2019).

Dia menjelaskan, dengan menaruh sebagian kepemilikan valas di pasar keuangan Indonesia, maka akan menambah likuditas dolar AS. Hal ini pun akan berimbas pada penguatan kurs Rupiah.

 

Melansir Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (4/9/2018) pukul 16.19 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah ke level Rp14.935 per USD.

Disisi lain, Perry juga mengimbau untuk pelaku ekonomi dalam negeri tidak perlu berlebihan dalam membeli valas. Sebab pembelian valas oleh korporasi ataupun importir masih besar saat ini.

“Kami menyampaikan kepada importir atau korporasi yang butuh Dolar AS, tidak perlu nubruk-nubruk. Kami kan sudah sediakan swap. Itu untuk yang kebutuhannya belum segera. Ada persepsi belum waktunya sudah beli, itu yang harus ditangani,” katanya.Red.Mjp/sbr.oz

 

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.