banner 468x60

BERMUNCULAN LAGI …KESULTANAN SELACO DIMATA DUNIA INTERNASIONAL

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id__Jabar ” Sultan Raden Rohidin PATRAKUSUMAH VIII “, Saat ini Kesultanan Sela Cau Tunggul Rahayu ( Kesultanan Selaco ) dibangun kembali oleh pewaris tahta kerjaan yang bergelar Sultan Patra Kusumah VIII, Raden Rohidin Patra Kusumah ( 33th ).

Saat ini Kesultanan Sela Cau Tunggul Rahayu ( Kesultanan Selaco ) dibangun kembali oleh pewaris tahta kerjaan yang bergelar Sultan Patra Kusumah VIII, Raden Rohidin Patra Kusumah ( 33th ).

Keberadaan Kesultanan Sela Cau ini, telah diakui oleh pihak Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB ) yang mengatur bidang pendidikan dan Kebudayaan ( UNIESCO ). Berdasarkan bukti bukti dokumen yang sah dan resmi di Leiden Belanda.

” Warisan ini perlu kita jaga dan lestarikan, inilah warisan budaya peniggalan leluhur kita, sebagai aset bangsa sekaligus menjadi sebuah edukasi dibidang sejarah dan budaya di dunia. dan jangan sampai kita melupakan Jatidiri sebuah bangsa, terutama dijaman era milenial saat ini, kalo kita tidak ingat kembali kepada sejarah, kepada adat dan budaya indonesia, sudah pasti kita akan terlindas oleh kemajuan jaman. dimana budaya Asing sudah banyak merusak generasi muda di indoneaia. Ujar Sultan Ketika memberikan paparan singkat tentang Kesultanan Selaco.

Dalam pemaparanya menurut sultan,
Kesultana Selaco berdiri ketika usai kerajaan Padjajaran menghilang, dikala itu munculah wilayah kekuasaan sunda kelapa yang dikuasi oleh perserikatan perusahaan hindia timur ( VOC ).

Sedangkan wilayah Banten dikuasai oleh Cirebon, sementara wilayah bagian timur sungai citarum hingga wilayah Jawa barat bagian selatan, dikuasai oleh Kesultanan Selat Cau dengan batasan pantai Pangandaran timur hingga Cipatujah, Ranca Buaya Cicau, Cilaut Eureun dan Cianjur selatan merupakan wilayah kekuasaan kesultanan Selat Cau .

Pada abad ke 16 (1548 – 1589 )
Bentuk kesultanan Sela Cau sudah memasuki fase modern, semua keputusan negara tergantung kepada raja. Daerah kesultanan Sela Cau terjadi pembagian kekuasaan, yang didalamnya terdapat Dewan Pertimbangan Agung berpusat di taraju, Mahkama Agung pusat kegiatannya berada di wilayah Sancang.selain ada juga pejabat kejaksaan yang disebut Dalem Pangudar.

Sedangkan perwakilan kekuasaan didaerah diserahkan kepada para Adipati yang dipimpin oleh Raden Sacataruna menjadi Adipati diwilayah utara berkedudukan di Cipaengan Sodong Hilir, sedangkan yang menjabat Adipati bagian selatan adalah keturunan dari kakek Guberur Sewaka yang berada diwilayah Culamega.

Untuk kekuasaan ke Adipatiian wilayah barat bernama Syeh Abdul Pangeling dan untuk wilyah timur diberikan kepada Adipati Surya Ningrat, tepatnya di daerah Genggelang Parung Ponteng.

Menurut Raden Sultan Rohidin Patrakusumah VIII, Kesultanan Sela Cau dibawah kekuasaan Patra Kusuma, pusat keratonya di daerah Nagara tengah Desa Cibungur Kecamatan Parungponteng kabupaten Tasikmalaya, meski kraton ini telah dibumihanguskan oleh Belanda pada tahun 1589. Saat itu belnda tidak menyukai Kesultanan Sela Cau karena dianggap sudah bersekutu. Padahal sebalilnya, Kesultanan Sela Cau berjuang mengusir belanda dari wilayahnya. Ujar Sultan mengakhiri pemaparan tentang sejarah Kesultanan Selaco. (Sumber suara indonesianews )

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.