banner 468x60

Belum Juga Ditindak, Petrus Bala Desak Tiga Pejabat Bank BRI Dieksekusi

banner 160x600
banner 468x60

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum Ratna Dewi, Petrus Bala Pattyona kepada lewat rilisnya. Tiga oknum pejabat Bank BRI itu, Rahman Arif selaku Wakil Pimpinan Wilayah, Agus Murdianto selaku AO Pengelola dan Rotua Anastasia Sinaga selaku Kabag ADK.

“Kami selaku Kuasa Hukum Ratna Dewi agar Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan segera mengeksekusi Ketiga terdakwa karena perbuatan ketiganya yang melakukan kejahatan Perbankan berdasarkan Putusan-putusan Mahkamah Agung belum dieksekusi saat ini,” kata Petrus.

Menurut Petrus, berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) terdakwa Arif Rahman berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 1407K / Pid.Sus / 2015 tanggal 4 Oktober 2017 jo Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No. 192 / Pid / 2014 / PT. DKI tanggal 18 Agustus 2014 dan Jo Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 1450 / Pid.B / 2013 / PN. Jkt. Sel tanggal 10 Maret 2014 yang berbunyi sebagai berikut menolak Permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi III / Terdakwa Rahman Arif tersebut.

Lalu mengabulkan Permintaan Kasasi dari Pemohon Kasasi Iwari Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan penyelesaian Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 192 / Pid / 2014 / PT. DKI tanggal 18 Agustus 2014 yang mengubah Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 1450 / Pid.B / 2013 / PN. Jkt. Selatan tanggal 10 Maret 2014.

“Rahman Arif dijatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun dan denda Rp 5 miliar,” jelasnya.

Sementara terdakwa Agus Murdianto berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 1357K / Pid.Sus / 2015 tanggal 4 Oktober 2017 Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 201 / Pid / 2014 / PT. DKI tanggal 25 Agustus 2014 dan Jo Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 1176 / Pid.B / 2013 / PN. Jkt. Sel tanggal 3 Maret 2014 yaitu menolak Permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi II / Terdakwa Agus Murdianto dan engabulkan Permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi I, Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Serta penyelesaian Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 201 / Pid / 2014 / PT. DKI tanggal 25 Agustus 2014 yang mengubah Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 1176 / Pid.B / 2013 / PN. Jkt. Sel tanggal 3 Maret 2014.

“Agus Murdianto dijatuhkan hukuman penjara selama 5 tahun dan denda Rp miliar,” jelasnya.

Sementara terdakwa Rotua Anastasia Sinaga berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 1409K / Pid.Sus / 2015 tanggal 4 Mei 2016 Jo Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 137 / Pid / 2014 / PT. DKI tanggal 18 Agustus 2014 dan Jo Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 1175 / Pid.B / 2013 / PN. Jkt. Sel tanggal 3 Maret 2014 yang menolak permintaan Kasasi dari Pemohon Kasasi / Terdakwa Rotua Anastasia Sinaga dan mengabulkan Permintaan Kasasi dari Pemohon Kasasi Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan Gedung Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 137 / Pid / 2014 / PT. DKI tanggal 18 Agustus 2014 yang mengubah Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 1175 / Pid.B / 2013 / PN. Jkt. Sel tanggal 3 Maret 2014.

“Rotua Anastasia Sinaga pun dijajah 3 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar,” jelasnya.

Dikatakan Petrus, perbuatan Ketiga Terdakwa yang telah menerima gadai emas milik Ratna Dewi pada tanggal 27 Juli 2012 sesuai Akta No. 42 yang sudah ditest kemurniannya dan uang yang sudah diterima Ratna Dewi namun pada tanggal 24 September 2012 Pihak PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyatakan emas yang digadaikan sebanyak 59 (lima puluh Sembilan) kilogram.

“Ratna Dewi telah sangat dirugikan atas tindakan ketiga Terdakwa yang merupakan Pejabat PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Gatot Subroto, Jakarta Selatan dan dengan itu mohon segera dieksekusi, “tegasnya.

Petrus menuturkan, kasus tersebut berawal pada 27 Juli 2012 sesuai dengan Akta No. 42, terhadap fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) menjadi tambahan fasilitas plafond kredit serta ada beberapa perubahan yaitu
Plafond kredit PT. Boengsu Djaya ditambah oleh BRI Kantor Wilayah Jakarta-2 sebesar Rp. 10 Milyarasil fasilitas KMK bertambah dari Rp. 18 Milyar menjadi Rp. 28 Milyar (sesuai Akta No. 60 plafond kredit Rp 18 Milyar).

Lanjut Petrus, jaminan emas batangan seberat 59 Kg juga diikat dengan Akta Jaminan Gadai No. 43 tanggal 27 Juli 2012. Dalam Akta Jaminan Gadai No. 43 korban Penyi gadai PT. Boengsu Djaya atau Ratna Dewi memberikan garansi gadai kepada pemegang gadai (BRI) dengan emas batangan berat 59 Kg Rp. 28.320.000.000, -.

Selain itu kata Petrus, pemegang gadai (BRI) diwajibkan menyimpan barang barang (emas batangan seberat 59 Kg) itu pada tempat yang aman. Bila barang-barang (emas batangan seberat 59 Kg) itu terpercaya atau sebagiannya oleh karena segala sesuatu hilang, maka pemegang gadai (BRI) diwajibkan membayar kerugian kepada pemberi gadai lewat PT. Boengsu Djaya atau Ratna Dewi yang besar menurut taksiran seperti diatas.

Petrus menambahkan, adapun agunannya sedang agunan pokoknya emas batangan seberat 59 Kg dengan harga pura Rp 28.320.000.000 dan agunan tambahan sepuluh buah sertifikat milik Ratna Dewi.

“Agunan lainya asuransi jiwa atas nama Ratna Dewi pada Perusahaan asuransi BRI kulakukan Rp. 15 Milyar, “jelasnya.

Editor = Eka Awi

Sumber = kmps

Kontributor = tim jp

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.