banner 468x60

Barang Bukti Kasus Limbah B3 Hanya 1 Excavator dan 2 Truck Dump Tronton

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id | Rembang – Proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Rembang, Jawa Tengah yang menyeret enam tersangka kasus dugaan penimbunan limbah B3 yang dijerat pasal 102 UU No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjadi sorotan masyarakat khususnya Rembang.

Dari data yang dihimpun media, kapal tongkang yang memuat ± 7.500 ton rasanya mustahil kalau hanya memakai 1 excavator dan 2 truk trontor dalam waktu 4 hari, sebab aktivitas bingkar muat lebih 4 hari akan dikenakan penalti, apalagi tempat penimbunan limbah B3 ada beberapa tempat yang berbeda salah satunya di Desa Jatisari, kecamatan Sluke, kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kepolisian Resort (Polres) Rembang melalui Kasat Reskrim Rembang, AKP Hery Dwi Utomo, saat di konfirmasi awak media melalui percakapan WhatsApp (WA) mengatakan jika kasus limbah sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang beberapa waktu yang lalu.

“Data sudah lengkap, dan sudah P21, jadi itu sudah bukan wewenang kami karena sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri (Kejari) Rembang. Untuk proses selanjutnya bisa dipantau di Pengadilan saat sidang,” jawab singkat Kasat Reskrim Polres Rembang. Senin, (13/12/2021).

Tepisah, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Rembang, Dimas Atmadi Mengatakan bahwa dirinya baru pindah tugas dan baru 6 hari keja.

” Saya baru pindah mas, baru 6 hari kerja dan kita normatif saja sesuai berkas P21 nya.” Ujar Dimas kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya.

Humas PN Rembang, Eri Sutanto kepada sejumlah wartawan mengatakan saat ini proses persidangan sudah berjalan dan baru menghadirkan sejumlah saksi.

” Kita hanya menerima berkas barang bukti dari Kejari Rembang 1 buah exavator dan 2 mobil truck tronton saja.” Kata Eri Sutanto, Senin (13/12/2021)

( suf )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.