banner 468x60

Audensi Dengan GERAK, Komisi D DPRD Pati Tidak Tahu Besaran Anggaran Penanganan Covid-19

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id | Pati – Gerakan Anti Korupsi ( GERAK ) dan sejumlah perwakilan dari beberapa Ormas, Lembaga, LSM dan Advokat lakukan audensi bersama Komisi D di ruang rapat gabungan DPRD Pati terkait anggaran penanganan Covid-19. Kamis (21/10/2021)

Anton, salah satu pentolan GERAK menilai anggaran penangan Covid-19 selalu ikut naik setiap level dan penangananya sendiri kurang efektif.

” Anggaran penanganan cCovid-19 selalu naik mengikuti level, akan tetapi penangananya kurang efektif.” Ujar Anton

Anton meminta dan menegaskan, DPRD sebagai wakil rakyat harus bisa menyampaikan aspirasi, yang mana hasil dari audensi hari ini bisa di sampaikan kepada Pemda, khususnya bupati Pati selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19.

” Harapan kami begitu besar ke pada DPRD yang katanya wakil rakyat, agar bisa menyampaikan apa yang kami suarakan bersama teman-teman.” Harapnya

Di tempat yang sama, Ketaua DPC LIDIK KRIMSUS PATI, Slamet Widodo bahwa dalam kegiatan audensi ini sama sekali tidak ada tendensi atau muatan politik yang menyerang isntitusi tertentu.

” Bagaimana dari level 3 bisa turun ke level 2, sedangkan penangananya kurang maksimal dengan anggaran yang sangat luar biasa besar , sementara pelaksanaan vaksinasi di Pati belum mencapai 50% dan agenda ini tidak ada tendensius atau menyerang ke institusi tertentu.” Ungkap Ketua DPC LIDIK KRIMSUS Pati.

Slamet Widodo menambahkan, terkait Perbub No.52 terkait denda bagi pelanggar protokol kesehatan (Prokes) dinilai terlalu memberatkan dan mencekik leher dan itu harus di evaluasi.

” Untuk ASN pelanggar prokes dikenakan denda 2juta dan warga sipil pelanggar prokes dikenakan denda 1juta dan anehnya DPRD tidak tau uang denda itu masuknya kemana.” Cetusnya

Diketahui, Anggota Komisi D DPRD Pati tidak bisa menjawab pertanyaan dari peserta audensi dan dianggap tidak bisa memberi solusi. Terkait anggaran penanganan Covid-19 serta denda bagi pelanggar prokes, DPRD Pati tidak tau sama sekali berapa anggaran penanganan Covid-19 yang digelontorkan dari pusat.

( suf )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.