banner 468x60

Warsito Naim Kembali Datangi Polda Jateng Terkait Laporan Dugaan Korupsi DAK Di Likungan Sekolah Sekabupaten Sragen Yang Terkesan DiPeti ES-kan

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id – Semarang_ Setelah laporan dari 2017-2018 Polda Jateng telah memanggil 75 Kepala Sekolah atas kasus Dugaan Korupsi dan Pungli kepada siswa SDN se-Kabupaten Sragen, kembali pelapor inisial WR dengan kuasa hukum R. Adnan SH. MH mendatangi terkait perkembangan kasus ke Reskrimsus Polda Jateng Jl. Pahlawan No. 1 Semarang, Selasa, 6 Agustus 2019.

Data terhimpun awak media jp melalui Wa tanda terima perihal klarifikasi kasus telah diterima oleh pelapor dan kuasa hukum dengan Nomor: 06/lap-Pid/VIII/2019 dengan pelaporan tindak pidana pungutan liar terhadap pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Kabupaten Sragen melalui surat Nomor: 22/KA-Lap/XII/2017 tertanggal 22 Desember 2017, perihal Dugaan Korupsi Liar Fee DAK pada SDN se-Kabupaten Sragen pada tahun 2015 s/d 2017 dimana telah merugikan uang negara senilai Rp1,5 Miliar.

Kedatangan pelapor dan Raden Adnan dalam hal ini bahwasanya setelah menunggu hampir 5 bulan perkembangan kasus belum ada tindak lanjut , maka pihak Raden Adnan mendatangi Polda untuk menanyakan perkembangan kasus atas laporan tertanggal 2 Mei 2018 dengan nomor 02/KHRA-Per/V/2018.

Hal yang sangat meresahkan para pihak orang tua wali murid diduga juga tidak hanya terjadi di Sekolah SD saja, juga banyak dugaan hal yang sama di tingkat SMP dan SMA di wilayah Kabupaten Sragen yaitu dengan dalih Komite sekolah dan pihak sekolahan tutup mata alias ikut serta dengan berbagai dalih.

Menurutnya, terkait dengan laporan di bawah Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Jawa Tengah telah melakukan tindakan pra penyelidikan (bahan kongkret dokumen) serta permintaan dan panggilan.

Lalu dengan Surat Panggilan Tugas Nomor: Spnn.Gas / 145 // 2018 / Reskrimsus tanggal 19 Februari 2018 untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pengurangan dana dan dana untuk peningkatan kapasitas sebagai SDN se-Kabupaten Sragen tahun 2015 sid 2017 c. Surat Perintah Tugas Nomor SP.Gas / 180/1/2018 / Reskrimsus, tanggal 28 Februari 2018 untuk melanjutkan Proyek PU.

Dokumen dan permintaan informasi terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi penyimpangan dana rehabilitasi ruang kelas SDN se-Kabupaten Sragen tahun 2015 sid 2017.

“Kami telah melakukan panggilan terhadap berbagai pihak khususnya 75 Kepala Sekolah SD selaku penerima bantuan di Kabupaten Sragen Tahun 2017 beserta bendahara sekolah. Lalu 5 (lima) orang Tim Teknis / konsultan Perencana, pihak ketiga, Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen,” terangnya.

Sementara itu Raden Adnan SH MH selaku kuasa hukum akan selalu mengawal terus terkait kasus Dugaan Mem-Peti-Eskan tersebut.

“Pihak kami telah menerima hasil pra penyelidikan kasus ini, yaitu tentang penyimpangan Bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk rehabilitasi ruang kelas dengan lampiran-lampirannya,” tukasnya.

Dalam hal ini Subdit III/Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Jawa tengah telah menerima data dokumen serta melakukan beberapa keterangan pada pihak terkait.

Pada surat klarifikasi laporan tersebut pihaknya juga melampirkan tembusan terhadap Presiden RI, Kapolri, Kompolnas, Komisi III DPR RI dan Media Masa.

“Setelah dulu dengan kami pertanyakan perkembangan, kali ini klarifikasi Dugaan Mem-peti-eskan kasus.

Sebagai koreksi kita tunggu saja perkembangannya, kami akan selalu kawal.

Jangan sampai terkesan cari- cari masalah menakut-nakuti kepala sekolah di wilayah sragen , seperti yang diberitakan media Joglosemar beberapa waktu lalu, banyak wartawan dan lsm abal-abal, jadi ini nyata bahwa banyak kepala sekolah yang melalukan dugaan tindak Korupsi dan pungli, Sudah kita laporkan dengan barang bukti yang real. Imbuhnya. (Tim JP )

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.