banner 468x60

PEMBAYARAN FREEPORT LUNAS DENGAN DITERBITKANYA GLOBAL BOND HITUNGAN JAM

banner 160x600
banner 468x60


JP-JAKARTA – Pemerintah memastikan siap menerbitkan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) secara permanen kepada PT51% saham oleh PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) selesai.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral pada Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Yunus Saefulhak mengatakan, penerbitan IUPK permanen tersebut tidak lama setelah Inalum menuntaskan seluruh transaksi .

Menurut dia, jarak antara penyelesaian dan penerbitan IUPK hampir bersamaan atau hanya selang sehari.

“Nanti hampir bersamaan, tapi tetap divestasi terlebih dahulu. Jedanya hanya sebentar, mungkin paling lama sehari bahkan bisa diterbitkan hanya hitungan jam. Namun yang jelas, divestasi dulu baru IUPK,” ujar dia di Jakarta.

Dia menandaskan, isu terkait negosiasi Freeport sudah selesai. Bahkan terkait IUPK per manen juga sudah tuntas sehingga tidak ada lagi penghalang untuk menyelesaikan proses pembayaran divestasi. Inalum, kata dia, akan menyelesaikan pembayaran divestasi sebesar 41,64% menggenapi kepemilikan pemerintah di Freeport sehingga secara total mengantongi 51% saham.

“Secara garis besar sudah selesai semua. Tinggal menunggu pembayaran transaksi saja,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kemente rian ESDM mengatakan, sembari menunggu transaksi selesai dan penerbitan IUPK secara permanen Freeport untuk sementara telah mengantongi IUPK sementara hingga 31 De sember 2018.

“IUPK diberikan dan diperpanjang sebulan terhitung sejak 1 Desember 2018. IUPK diterbitkan sambil menunggu proses divestasi selesai,” kata dia.

Sementara itu, Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan, proses divestasi masih menunggu penyelesaian isu lingkungan.

Pihaknya mengungkapkan, proses penyelesaian masalah lingkungan telah menemukan titik terang.

“Prosesnya berjalan dengan baik dan semoga bisa selesai dengan cepat.

Kami menunggu approval dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” jelasnya.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan, Inalum siap melunasi divestasi 51% saham Freeport.

Bahkan Inalum baru-baru ini telah mengantongi pinjaman senilai USD4 miliar atau setara Rp60 triliun dari hasil penerbitan global bond.

“Kapan transaksinya bisa te realisasi? Begitu ESDM siap mengeluarkan izin. Uang sudah siap. Kapan saja mau transaksi, kita sudah siap bayar,” tandasnya.(rhsyt/sbr:sindo)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.