banner 468x60

Inflasi November-Desember Diprediksi Melonjak

93 views
banner 160x600
banner 468x60

04 Des 2017, 06:45 WIB

JOURNALPOLICE – Laju inflasi November-Desember 2017 diproyeksikan berada pada rentang 0,13-0,15 persen. Perkiraan tersebut melonjak dibanding realisasi inflasi bulan sebelumnya yang hanya 0,01 persen akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama bahan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Inflasi November-Desember ini diprediksi lebih tinggi dari Oktober 2017, yaitu di angka 0,13-0,15 persen (month to month/mom),” kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara saat dihubungi, Jakarta, Senin (4/12/2017).

Beberapa faktor penyebab proyeksi inflasi tinggi di November ini karena adanya kenaikan harga kebutuhan pokok untuk mengantisipasi kebutuhan libur Natal dan Tahun Baru.

“Ada dorongan inflasi dari bahan makanan,” ucap Bhima.

Menurutnya, kondisi cuaca juga mempengaruhi produksi tanaman pangan, khususnya tanaman yang tidak tahan lama, seperti cabai merah. Hingga Desember, curah hujan diramalkan tetap tinggi sehingga akan mempengaruhi pasokan bahan pangan, dan pada akhirnya mengerek harga.

Faktor lainnya, Bhima menjelaskan, tekanan inflasi di bulan kesebelas ini juga datang dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi terimbas kenaikan harga minyak mentah dunia.

“Selain itu, inflasi November-Desember 2017 pun ikut dipengaruhi kenaikan harga transportasi menjelang libur panjang,” tutur Bhima.

Dia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga pangan mengingat ada kecenderungan kenaikan inflasi musiman jelang libur Natal dan Tahun Baru. Bhima memperkirakan, inflasi sampai akhir tahun ini berada di kisaran 3,7-3,9 persen.

“Yang perlu diwaspadai adalah inflasi kelompok makanan jadi dan rokok, serta pelemahan rupiah karena memberi tekanan pada harga barang konsumsi yang diimpor, khususnya makanan dan pakaian jadi,” Bhima berharap.

 

Editor = Eka Awi

Kontributor= Tim JP

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.