banner 468x60

APAKAH FINTECH DI KABUPATEN BLORA MAMPU DORONG SEKTOR UMKM?

92 views
banner 160x600
banner 468x60

Staf khusus Bupati, bidang IPTEK, Pemerdayaan Masyarakat, Penanggulangan Kemiskinan, Kearifan Lokal,

Ketua Dewan Riset Daerah Blora Anggota Tim Reaktivasi Pembangunan Bandara Ngloram Dosen Teknik Mesin, STTR Cepu Dengan pesatnya pertumbuhan industri Financial Technology (fintech) membawa angin segar bagi bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Blora.

Keberadaan pinjaman online ini sangat diharapkan mampu mendorong berkembangnya UMKM di Kabupaten Blora, bila dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan perhitungan yang matang.

Diantaranya yaitu usaha yang akan dilakukan harus feasible, kemudian perlu adanya bisnis plan, language of business atau laporan keuangan dan sebagainya.
Peluang kerja sama antara pelaku fintech dan industri keuangan, termasuk koperasi simpan pinjam dan institusi atau lembaga pemerintah yang bergerak di bidang pembiayaan.

Kerjasama ini perlu dilakukan sehingga bisa tercapai efisiensi dalam operasi dan bisa berdampak bunga yang murah, terutama kepada peminjam pelaku usaha.

Karena dengan semakin berkembangnya berbagai layanan pinjaman online, maka kebutuhan modal para pelaku UMKM terutama yang tidak bisa dilayani oleh Bank diharapkan dapat dipenuhi oleh pinjaman online.

Apakah pinjaman offline akan tergusur oleh pinjaman online? Kita tunggu waktu yang bisa membuktikan, kita analogikan seperti taxi offline yang sudah terbukti tergusur oleh taxi online.

Kata Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kurheryansyah: diharapkan hadirnya fintech di Indonesia dari sisi positipnya adalah untuk mendorong inklusi keuangan.

Peluang tumbuhnya fintech sangat tinggi, apalagi kerjasama yang baik atau kolaborasi fintech dengan bank dan perusahaan pembiayaan semakin giat dilaksanakan.

Beliau mengatakan, kehadiran fintech saat ini bisa mendongkrak UMKM.

Hal ini bukan hanya wacana, tetapi sudah terbukti dengan hadirnya Peer to Peer (P2P) Lending yang hadir di berbagai segmen.

P2P adalah adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet.

Hadirnya Akseleran (nama Platform) oleh PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia dan Modalku (nama Platform) oleh PT Mitrausaha Indonesia Group turut mengisi kebutuhan pembiayaan produktif di segmen usaha Rp 500 juta sampai Rp 2 miliar.

Semantara ini Perusahaan Fintech Lending yang sudah berijin dan terdaftar dalam OJK per Pebruari adalah sebanyak 99 Perusahaan. Dan OJK juga telah menutup 182 P2P Lending yang tidak berijin.

Sementara itu, CEO Uang Teman (nama Platform) oleh PT Digital Alpa Indonesia, Aidil Zulkifli mengatakan, pemanfaatan pinjaman online untuk kebutuhan usaha tercata cukup besar. Tahun 2018 sebesar 30% dari total nasabah memanfaatkan pinjaman tersebut untuk kegiatan produktif.

Jika dilihat berdasarkan persentase, nasabah Uang Teman paling besar memang meminjam untuk alasan produktif dan kami terus memberikan edukasi dan apresiasi kepada nasabah supaya bisa mengelola pinjaman online ini dengan baik dan bermanfaat.

Menurut Aidil, pemanfaatan pinjaman online untuk UKM sendiri terus berkembang karena kebutuhan pengusaha untuk dana yang cepat. Pelaku usaha kecil tak mempermasalahkan besaran pinjaman yang tergolong kecil jika dibandingkan dengan pinjaman konvensional lainnya.

Pengusaha UKM ini memerlukan modal dalam waktu cepat, dan mampu mengelola pinjamannya dengan baik sehingga manfaatnya betul-betul terasa.

Kalau layanan fintech ini bisa bersinergi dengan layanan perbankan tentu akan membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat maupun pertumbuhan perekonomian.(red.mjp/pras)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.