banner 468x60

Anda Wajib tahu ? Kebijakan Diskonto: Pengertian, Tujuan, dan Dampak

banner 160x600
banner 468x60


Jakarta,Journalpolice.id | Bank Indonesia (BI) memiliki kebijakan untuk mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat yang disebut dengan kebijakan moneter.

Dalam menjalankan kebijakan moneter, bank sentral memiliki sejumlah instrumen, yakni operasi pasar terbuka (open market policy), kebijakan diskonto (discount policy), giro wajib minimum (GWM), dan dorongan moral.

Tulisan ini akan mengulas salah satu instrumen kebijakan moneter di atas yakni kebijakan diskonto, meliputi pengertian, tujuan, dan dampaknya.

Pengertian Diskonto
Pengertian diskonto adalah adalah salah satu instrumen kebijakan moneter bank sentral untuk mengatur peredaran uang (Foto: Adhi Wicaksono)
Aulia Pohan dalam Potret Kebijakan Moneter Indonesia menjelaskan fasilitas diskonto adalah kredit likuiditas yang diberikan oleh Bank Indonesia kepada bank umum.

Selanjutnya, bank sentral dapat mengendalikan jumlah uang beredar melalui tingkat suku bunga fasilitas diskonto tersebut.

Bank Indonesia akan menetapkan suku bunga diskonto tinggi apabila jumlah uang beredar melebihi target, sehingga bank umum akan mengurangi pengajuan dana likuiditas ke BI.

Dengan berkurangnya likuiditas, maka bank juga menurunkan porsi kredit ke masyarakat sehingga uang beredar dapat berkurang.

Sebaliknya, BI dapat melonggarkan suku bunga diskonto jika ingin menambah jumlah uang beredar di masyarakat.

Mengutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, politik diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar melalui tingkat bunga bank sentral pada bank umum.

Untuk diketahui, bank umum kadang-kadang mengalami masalah likuiditas sehingga harus meminjam ke Bank Indonesia.

Guna menambah jumlah uang beredar, Bank Indonesia menurunkan tingkat bunga bank sentral. Sebaliknya, Bank Indonesia menaikkan tingkat bunga apabila ingin mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Tujuan Kebijakan Diskonto

Seperti yang tertera sebelumnya, kebijakan diskonto sebagai salah satu instrumen kebijakan moneter bertujuan untuk mengatur jumlah uang beredar di masyarakat.

Jika Bank Indonesia menilai jumlah uang beredar melebihi kebutuhan (yang menandakan gejala inflasi), maka bank sentral dapat mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan suku bunga diskonto bagi bank umum.

Apabila suku bunga diskonto naik, maka kecenderungannya bank umum mengurangi pinjaman likuiditas kepada bank sentral.

Apabila likuiditas di bank umum berkurang, secara otomatis bank umum akan mengerem penyaluran kredit ke masyarakat. Dengan demikian, maka jumlah uang beredar berkurang.

Sebaliknya, apabila bank sentral menilai perlu menambah uang beredar di masyarakat, maka Bank Indonesia akan menurunkan tingkat suku bunga diskonto bagi bank umum.

Apabila suku bunga rendah, bank umum memiliki kecenderungan untuk menambah pinjaman likuiditas dari bank sentral.

Dengan banyaknya likuiditas di bank umum, maka bank umum dapat menggenjot penyaluran kredit, sehingga uang beredar di masyarakat semakin bertambah.

Dampak Kebijakan Diskonto

Basuki dalam Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal Ekonomi mengatakan dampak kebijakan diskonto maupun kebijakan moneter secara umum adalah sebagai berikut:

1. Menjaga stabilitas ekonomi
Jalannya roda perekonomian akan terganggu jika jumlah uang yang beredar melebihi atau lebih sedikit dari jumlah barang dan jasa yang beredar. Kondisi tersebut bisa memicu inflasi yang terlalu tinggi maupun deflasi.

2. Menjaga stabilitas harga
Tinggi rendahnya harga barang dan jasa sangat memengaruhi jalannya perekonomian. Harga barang dan jasa yang tinggi bisa mengakibatkan turunnya permintaan.

Apabila permintaan turun, maka dapat menekan produktivitas dunia usaha. Oleh karena itu, Bank Indonesia perlu menjaga kestabilan harga barang dan jasa dengan menggunakan kebijakan moneter.

3. Meningkatkan kesempatan kerja
Dengan mengatur jumlah uang beredar di masyarakat maka diharapkan perekonomian akan menjadi stabil.

Perekonomian yang stabil akan mendorong dunia usaha untuk melakukan investasi baru yang pada akhirnya dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesempatan kerja

Demikian ulasan mengenai pengertian, tujuan, dan dampak kebijakan diskonto yang merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter.

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter di Tanah Air terus berada di pasar untuk memantau dan menjaga stabilitas rupiah.***

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.