banner 468x60

Ancaman 6 Tahun Penjara Dan Denda 60 Milyar Bagi Empat Tersangka Penyelundupan BBM Bersubsidi

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id, Pati – Pelimpahan tahap dua kasus penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sudah di terima Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati Jawa Tengah dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kasus penyelundupan BBM bersubsidi yang melibatkan empat orang tersangka yaitu, HP, SA, TC dan S alias Nodot selaku sopir truk dan penjaga gudang milik PT. Bayu Patra Energi yang beroperasi di wilayah kecamatan Margorejo dan kecamatan Tayu, kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Kasipidum kejari Pati Firman Wahyu kepada wartawan Kamis (27/5/2020) mengatakan, ke empat tersangka yaitu, HP, SA, TC, dan S di duga bersalah sesuai dengan penetapan berkas perkara Nomor : BP/4/IV/RES.5.2/2020/Ditpolair, dan berkas perkara Nomor : BP/13/IV/RES.5.2/2020/Ditpolair.

“Tersangka telah melanggar UU pasal 55 tentang migas dengan ancaman pidana diatas 6 tahun dan denda minimal 60 Milyar.” Ungkapnya

Menurut Firman Wahyu, kasus penyelundupan BBM bersubsidi jenis bio solar yang dilakukan oleh empat orang tersangka ini di tangkap di dua tempat dengan pelaku yakni, HP, SA, dan TC dikecamatan Margorejo dan S atau Nodot dikecamatan Tayu oleh tim dari Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri sejak 21 Maret 2020 lalu.

“Tiga orang tersangka diamankan dikecamatan Margorejo, dan satu tersangka di amankan dikecamatan Tayu dengan waktu yang sama oleh tim Baharkam Mabes Polri.” Katanya

Lanjut Firman Wahyu, saat ini setelah dilakukan tahap dua, untuk prosesnya tinggal menunggu jadwal sidang dari pengadilan negeri (PN) Pati, setelah sebelumnya dilakukan pelimpahan dari Kejagung ke Kejari Pati.

“Pihak Kejari sudah meneliti tentang administrasi dakwaan dari hasil penetapan tersangka, karena untuk P21 sudah dari Kejagung, dan sejauh ini untuk berkas perkara sudah lengkap, tinggal menunggu jadwal sidang.” Jelasnya.

( suf )

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.