banner 468x60

Ada Dugaan Permainan Perubahan Dokumen Lahan RTRW, Komisi B DPRD Pati Sebut Dokumen Tidak Sah

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id | PATI – Munculnya lahan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 1.036 Hektar diwilayah Kecamatan Trangkil saat audensi APPL (Aliansi Petani Peduli Lingkungan) Trangkil dengan DPRD Kabupaten Pati beberapa waktu lalu masih menimbulkan polemik.

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Sukarno, menilai eksekutif sudah memberikan bola panas soal adanya lahan seluas 1.036 Hektare untuk Kawasan Peruntukan Industri (KPI), padahal saat rapat paripurna dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pati saat itu sudah ada kesepakatan lahan RTRW untuk KPI tidak lebih dari 200 Hektar. Itu ada dugaaan permainan perubahan dokumen.

“Apabila sudah diparipurna, maka dokumen tidak boleh dirubah-rubah, dan otomatis ini ada yang main, dan siapa yang main dalam memasukkan kawasan industri di pertanian yang cukup bagus kita belum tahu, namun apabila ada permainan maka akan ada ditindak lanjuti, dan itu ada undang undangnya, nanti kita mengikuti, sesuai aturan UU yang berlaku,” Ungkap Sukarno beberapa waktu lalu.

Pada saat disetujui oleh DPRD, Kata Politisi Golkar itu mengaku tidak ada lahan seluas itu, bahkan ketika ditanyakan ke anggota Pansus, juga tidak ada yang mengakui. Kemungkinan, adanya lahan industri seluas itu di daerah yang potensi pertaniannya bagus dari proses pada saat mengunggah sampai provinsi dan pusat.

“Kita harus bentuk pansus, dan saya akan mendorong itu, agar nanti dapat terlihat siapa yang bermain dokumen tersebut, dan masyarakat juga tidak punya anggapan bahwa DPRD tidak tinggal diam dalam menyikapi hal ini,” Ujarnya.

Sesuai aturan, dokumen yang pernah dibuat itu otomatis cacat produk, karena saat persetujuan di paripurna, secara hukum formal sah, namun ternyata yang terjadi ada penambahan atau pengurangan.

“Pelakunya harus bertanggung jawab, dan nanti kan bisa dirunut, misalnya di bagian hukum ini atas perintah siapa, dan nanti pasti akan ketemu, karena ini sudah mencederai rakyat,” Cetusnya.

( suf/jp )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.